Rabu, 22 Mei 2013

Tidak Ada Kata “Galak” dan “Kejam” di Pramuka





Bagaimana pendapat anda semua terkait kegiatan pramuka???  Apakah masih banyak yang beranggapan kegiatan pramuka itu monoton, membosankan, mengejamkan dan selalu dipenuhi dengan bentak membentak??? Jawaban dari orang-orang banyak yang membenarkan hal tersebut, tetapi ada pendapat lain yang juga mengatakan hal itu tidak benar dan sangat bertentangan sekali dengan kegiatan pramuka.
Ketika berbicara pendapat orang banyak maka akan selalu ada pendapat yang berbeda-beda, tergantung kita melihatnya dari sudut pandang yang  mana. Orang-orang yang berpendapat bahwa kegiatan pramuka itu membosankan, penuh dengan derita dan kekejaman adalah orang-orang yang kurang melakukan pendekatan dan pengenalan yang lebih dalam lagi pada pramuka, sehingga tidak ada kecintaan yang muncul. Dengan begitu rasa bencilah yang muncul diantara orang-orang tersebut dan kegiatan yang ada di pramuka menjadi kegiatan yang penuh dengan penyiksaan. Hal tersebut menjadi hal yang wajar muncul pada orang-orang yang belum membulatkan hatinya untuk berniat diri mendalami pramuka sedalam-dalamnya.
Kegiatan pramuka menjadi kegiatan yang sudah umum dilakukan di Indonesia dan bahkan beberapa sekolah juga ada yang mewajibkan para siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Orang-orang banyak yang mengatakan pramuka itu penuh derita adalah orang-orang yang  mengikuti kegiatan pramuka itu hanya sebatas memenuhi kewajiban dan karena unsur keterpaksaan. Disisi lain orang-orang juga tidak begitu tertarik pada pramuka, karena orang-orang hanya mengikuti kegiatan pramuka disaat mereka masih menempuh pendidikan di Sekolah Dasar dan tidak dilanjutkan ke jenjang selanjutnya, sehingga kesan pada kegiatan pramuka menjadi kesan yang kurang menarik. Hal ini terbukti pada suatu perguruan tinggi yang menunjang pengadaan kegiatan pramuka untuk para mahasiswa yang memilih jurusan pendidikan untuk dilakukan suatu wawancara terkait pendapat, kesan dan komitmennya pada kegiatan pramuka.
Pendapat diatas akan berbeda lagi hasilnya kalau disampaikan oleh orang-orang yang mendalami pramuka lebih lanjut lagi. Hasil yang didapatkan bukan lagi kata kejam, galak dan membosankan, tetapi berupah menjadi kegiatan yang asyik, menyenangkan dan penuh dengan keceriaan. Ajaran yang diterapkan di dalam pramuka adalah ajaran-ajaran  baik dan luhur yang disitu tercermin dalam Dharma Pramuka. Kegiatan yang ada di dalam pramuka lebih banyak dilakukan di alam terbuka, sehingga kerap kali volume suara dalam meberikan  pemberitahuan menjadi keras dan harus tegas. Ketegasan yang ada di pramuka dipandang lain menjadi galak oleh orang-orang yang tidak menyukai kegiatan pramuka, sehingga ketegasan yang diberikan menjadi sebuah tekanan yang membebani aktivitasnya.

Disisi lain kegiatan pramuka dipandang kejam oleh orang-orang kerena kegiatan yang ada di dalam pramuka juga penuh dengan kedisiplinan. Kedisiplinan adalah perilaku yang menunjukan nilai – nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Orang-orang yang merasa bahwa di pramuka itu kejam karena mereka yang kerap kali melakukan pelanggaran selalu dikenai sanksi dan hukuman yang dianggap merugikan dirinya sendiri tetapi mereka tidak sadar telah melakukan pelanggaran pada aturan yang ada. Kondisi tersebut akan berbeda kalau anggota pramuka selalu disiplin dan mematuhi aturan maka hukuman juga tidak akan diberikan.
Demikian ini secuplik pendapat yang selalu terdapat perbedaan didalamnya dan menjadi hal yang wajar keberadaannya, karena dengan adanya perbedaan itu akan menjadi bahan untuk saling mengevaluasi. Nyaman atau tidak nyaman seseorang menjalani kegiatan pramuka, semuanya mempunyai versi yang berbeda-beda, oleh sebab itu pramuka itu dilakukan secara sukarela dan bersifat tidak memaksa ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar