Awalnya tidak ada niatan untuk
berkunjung di sanggar pramuka, awalnya tidak ingin bertemu dengan orang-orang
yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pribadi, awalnya hanya sibuk
sendiri dengan kegiatan yang berbeda dari pramuka. Sungguh anggota pramuka yang
benar-benar kurang bisa menjalankan Dharma pramuka yang baik dan tidak
mempunyai tingkat kepedulian yang tinggi, tapi seusai menunaikan ibadah sholat
dhuhur di masjid kampus, ada beberapa anggota pramuka yang memanggil dan dengan riangnya menyapa namaku sambil
keheranan mengucek-ngucek matanya apakah salah melihat orang atau tidak.
Awalnya cuma mau salaman saja dan gak kepingin mampir, karena sudah mempunyai
janji, tetapi anggota tersebut dengan
ramahnya menyambut dan akhirnya kuputuskan mampir ke sanggar dan bertemu dengan
anggota-anggota pramuka yang lain. Bahkan tidak meyanyangka di kunjungan
tersebut bisa bertemu dengan ketua- ketua pramuka dari 3 periode yang berbeda.
Setelah bertemu ketua pramuka dan
berbincang-bincang, ternyata langsung mendapatkan kritikan tidak pernah hadir
lagi di event pramuka an bahkan di dunia maya, yang ada hanyalah promosi
terus-terusan. Ya memang itulah faktanya dan itu adalah kondisi yang
sebenarnya. Mungkin tidak ada perjuangan supaya bisa datang di event-event
pramuka. Sungguh anggota pramuka yang pasti mengecewakan banyak orang. Tapi
kalau boleh jujur sebenarnya alasan lain sudah jarang berkomunikasi adalah rasa
minder, tak percaya diri dan tak ada keberanian untuk menjadi orang yang
terbuka lagi. Ku hanyalah anggota pramuka biasa yang tidak bisa memberikan
prestasi apa-apa. Ku hanyalah anggota pramuka yang dalam 1 tahun setengah ini
hanyalah sibuk dengan aktivitas pribadi saja dan tidak pernah menggunakan
seragam kebanggan berwarna coklat, ku merasa bagaikan pecundang yang
bersembunyi di titik yang nyaman dan tidak melakukan pengabdian lagi. Sungguh
ironis sekali ada anggota pramuka yang tidak bisa mengaplikasikan mental
pemberani seperti pendidikan karakter yang selalu diajarkan di pramuka.
Kini saatnya menjadi orang yang
terbuka dan menjadi orang yang periang lagi. Setiap individu mempunyai jalan
sendiri dan kebahagiaan yang berbeda. Mungkin kutak bisa memberikan prestasi
apa-apa, tapi hal yang ku ingat selama ku berada di Pramuka UTM, ku hanyalah
orang yang konyol, gila dan GJ dan mudah-mudahan itu bisa membuat bahagia orang
meskipun kutak pernah serius dalam membahas rapat, musyawawah, kegiatan, materi
atau yang lainnya, ku hanya ingin menikmati kebahagiaan dengan jalanku sendiri
dan berusaha menciptakan keramaian diantara kalian semua.
Kini saatnya kumengamalkan skill
yang telah diberikan pramuka padaku. Ku akan berusaha berbagi ilmu pada yang
lainnya dan tak akan pelit ilmu lagi, meskipun ilmu yang kuperoleh tak sehebat
yang kalian dapatkan, meskipun ilmu yang kumiliki tak sematang yang kalian
punya, meskipun ilmu yang kudalami tak melekat kuat dalam ingatanku ku akan
berusaha melakuan yang terbaik. Mohon doa dan kelancarannya untuk bisa
melakukan pengabdian di tempat yang terbaik dan waktu yang terbaik. Terimakasih
atas kritik, saran yang diberikan, karena itu adalah tanda bukti kalian sangat
peduli denganku. Salam Pramuka ^_^
SATYAKU KU DHARMAKAN,
DHARMAKU KU BAKTIKAN